Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label mencegah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mencegah. Tampilkan semua postingan

Rahsia Berwuduk Mampu Mencegah Penyakit

Wuduk diambil untuk menunaikan solat dan membaca Al-Quran. Selain itu, kita diajar setiap kali ingin belajar atau memulakan pembelajaran seeloknya ada wuduk. Kita digalakkan untuk menjaga wuduk sentiasa supaya tidak terbatal. Sebagai seorang muslim, pastinya kita akan melakukannya kerana di ajar dalam Islam.



Namun, semakin kita jauh dari zaman Rasulullah s.a.w, semakin kita lalai menjaga perkara yang satu ini. Wuduk di ambil sambil lewa, tidak diratakan keseluruh bahagian anggota wuduk dengan betul. Di sini, saya ingin berkongsi dengan para pembaca kaitan antara wuduk dengan kesihatan dari buku ”Mengapa Rasulullah Tidak Pernah Sakit”.

Umatku (kelak di hari kiamat) akan dipanggil ‘putih bersinar’ kerana bekas wuduknya (di dunia dahulu).” –diriwayatkan oleh Bukhari

Untuk menceritakan berkenaan fakta kulit kita, artikel ini akan menjadi sangat panjang untuk pembaca. Jadi, saya hanya akan berkongsi berkenaan anggota wuduk sahaja:

Mencuci Tangan

Telapak tangan manusia adalah bahagian tubuh yang fleksibal dan banyak berinteraksi dengan dunia luar, bersalaman, memegang, menyentuh, memetik jari dan pelbagai perkara yang menyentuh dunia sekeliling.

Lebih daripada 70% penyakit-penyakit berjangkit seperti influenza yang disebabkan oleh bakteria, virus atau cacing disebabkan oleh kontaminasi melalui sentuhan tangan.

Dalam dunia perubatan, protokol standarad pertama sebelum bekerja adalah mencuci tangan dan membilasnya dengan sabun. Oleh itu tidak hairanlah wuduk dimulakan dengan mencuci kedua belah tapak tangan.

Berkumur

Berkumur melindungi mulut dan tekak daripada jangkitan dan membersihkan gigi daripada sisa makanan. Pada hakikatnya, membersihkan kawasan mulut dapat mencegah risiko jangkitan penyakit. Terdapat tidak kurang dari 100 juta bakteria per milimeter dalam sampel biasa permukaan gigi ataupun kalenjar ludah manusia normal yang sihat. Penyakit di kawasan gigi dan mulut seperti radang gigi atau radang kerongkong (faringitis) dan juga radang pada kawasan pharyng.

Apabila jangkitan itu disebabkan oleh bakteria jenis streptococcus B hemoliticus, racun daripada tindakan imuniti tubuh ke atas bakteria itu dapat merebak ke jantung ataupun ginjal melalui aliran darah. Glomerulonefritis iaitu radang pada ginjal dan myokarditis adalah radang pada otot jantung. Ini adalah komplikasi-komplikasi serius yang mungkin terjadi akibat daripada toksin bakteria streptococcus B hemoliticus. Demikian juga beberapa penyakit tumor pada kawasan maxillofacial atau pipi dan dagu seperti adamantinoma. Kejadian yang berkait rapat dengan oral hygiene iaitu kebersihan mulut.

Istinsyaq

Istinsyaq ialah menghirup air ke dalam hidung. Ia hanya dilakukan semasa berwuduk. Menurut pakat bedah tumor, Dr Bahar Azwar, apabila terdapat tumor yang tersembunyi di dalam hidung. Aliran air ke dalam hidung yang menyapu bahagian nasopharyng merangsang pendarahan pada tumor itu. Melalui kegiatan intinsyaq, ini membantu dalam pengesanan awal tumor di bahagian nasopharyng yang tersembunyi.

Penyakit SARS merebak suatu ketika dahulu diakibatkan oleh jangkitan virus yang merebak melalui titisan air yang keluar di udara semasa penghidapnya bersin ataupun batuk. Apabila melakukan istinsyaq, kita berupaya membersihkan selaput dan lendir hidung yang mungkin tercemar oleh udara kotor dan kuman seperti ini.

Membasuh Muka

Adalah untuk membersihkan kotoran yang melekat akibat daripada rembesan yang dikeluarkan oleh kelenjar kulit. Ia juga bertindak menghapuskan mikroorganisma. Sisa rembesan ini biasanya mudah menjadi media pertumbuhan dan pembiakan bakteria.

Pembasuhan air yang kerap juga dapat melindungi kulit. Terutama kulit wajah daripada kesan-kesan buruk sinar untra ungu matahari. Pendedahan yang terlalu lama pada sinar ultra ungu menekan proses imuniti kulit dan ini antara punca kanser kulit.

Membasuh Kedua Tangan dan Kaki

Perbuatan ini adalah untuk memperkuatkan saluran-saluran darah tangan dan kaki. Dari segi anatomi, saluran darah di hujung-hujung tangan dan kaki ekstremiti iaitu lebih lemah berbanding bahagian lain. Ini kerana tangan dan kaki adalah titik yang paling jauh dengan jantung. Oleh itu, tekanan darah yang dipam dari jantung ke bahagian itu adalah lemah.

Saluran darah di hujung-hujung ekstremiti yang menyempit menganggu pengoksigenan jaringan saluran darah di sekitarnya. Kepada penghidap penyakit beuger, hujung-hujung jari ekstremiti itu menjadi nekrosis iaitu selnya mati kerana gangguan bekalan darah ke bahagian itu. Pembersihan tapak kaki penting bagi mencegah pelbagai jangkitan kuman. Manakala pembersihan tapak tangan memutuskan penghantaran jangkitan penyakit melalui oral kerana tangan yang menyuapkan makanan ke mulut.

Fakta-fakta ini saya ambil dari buku “Mengapa Rasulullah Tidak Pernah Sakit”. Saya harap dengan perkongsian ilmu ini dapat kita muhasabah diri. Teliti semula cara kita mengambil wuduk selama ini adakah sempurna atau tidak. Perbetulkan jika masih berlaku kesalahan. Belajar lah dari yang berilmu jika tidak fasih dengan cara mengambil wuduk anda.

Sumber: Fikrahislam.com
0 komentar

Pembalut Wanita softex TIENS mencegah kanker serviks



Pembalut TIENS :
1. Sanitary Towel (Day Use) 10 pic/box       Rp. 36.000,-
2. Sanitary Towel (Night Use) 8 pic/box       Rp. 38.500,-
3. Sanitary Liner 30 pic/box                          Rp. 48.000,-
Tersedia di stockist Tiens di Kota anda.
harga di atas adalah harga distributor.
kalau anda belum mempunyai id distributor, anda bisa buat id di stockist tersebut  dan anda bisa pakai ID saya 79611690 an LO KET KHIAN sebagaai sponsor anda.
atau anda ingin coba dulu produknya, anda bisa beli dengan pakai ID saya tersebut, tentunya anda akan dapat harga distributor juga.




Sekilas tentang kanker serviks?
Artikel kesehatan kali ini berbicara tentang Kanker Serviks. Kanker Serviks (Cervical Cancer) atau kanker mulut rahim? memang bukan nama yang asing. Terutama bagi kaum wanita merupakan momok paling mengerikan. Berikut 13 fakta tentang kanker serviks yang wajib kita ketahui :
1. Apa itu kanker serviks? kenali dah cegah yuk !
Kanker serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina).
Kanker ini 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita.
2. Sebeberapa bahaya penyakit kanker serviks ini?
kanker-serviks
klik untuk zoom
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks.
Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.
3. Apa sebenarnya penyebab kanker serviks ini?
Pertama, kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal.Akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18.
kanker-serviks-1
click to zoom : kanker serviks
Kedua, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.
4. Bagaimana cara penularan kanker serviks ?
Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital.
kanker-serviks-3
click to zoom : sisi lain kanker serviks
Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Henah lo, mangkanya jangan jajan yaa.
5. Yuk kenali apa saja gejala kanker serviks ini?
Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut.
Gejala kanker serviks tingkat lanjut :
  • munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding).
  • keputihan yang berlebihan dan tidak normal.
  • perdarahan di luar siklus menstruasi.
  • penurunan berat badan drastis.
  • Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung
  • juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.
6. Berapa lama masa pertumbuhan kanker serviks ini?
Masa preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksinya sejak dini dapat melakukan berbagai langkah untuk mengatasinya.
Infeksi menetap akan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang akhirnya dapat mengarah pada perkembangan kanker. Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker serviks.
kanker-serviks-2
click to zoom : sisi lain kanker serviks
7. Benarkah perokok berisiko terjangkit kanker serviks?
Ada banyak penelitian yang menyatakan hubungan antara kebiasaan merokok dengan meningkatnya risiko seseorang terjangkit penyakit kanker serviks. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di Karolinska Institute di Swedia dan dipublikasikan di British Journal of Cancer pada tahun 2001.
Menurut Joakam Dillner, M.D., peneliti yang memimpin riset tersebut, zat nikotin serta “racun” lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim. “Cervical neoplasia adalah kondisi awal berkembangnya kanker serviks di dalam tubuh seseorang,” ujarnya.
8. Selain perokok siapa saja yang berisiko terinfeksi?
Perempuan yang rawan mengidap kanker serviks adalah mereka yang berusia antara 35-50 tahun, terutama Anda yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun.
Kanker leher rahim juga berkaitan dengan jumlah lawan seksual. Semakin banyak lawan seksual yang Anda miliki, maka kian meningkat pula risiko terjadinya kanker leher rahim. Sama seperti jumlah lawan seksual, jumlah kehamilan yang pernah dialami juga meningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim.
Anda yang terinfeksi virus HIV dan yang dinyatakan memiliki hasil uji pap smear abnormal, serta para penderita gizi buruk, juga berisiko terinfeksi virus HPV. Pada Anda yang melakukan diet ketat, rendahnya konsumsi vitamin A, C, dan E setiap hari bisa menyebabkan berkurangnya tingkat kekebalan pada tubuh, sehingga Anda mudah terinfeksi.
9. Bagaimana cara mendeteksinya?
Pap smear adalah metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker leher rahim. Namun, pap smear bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Ada pula jenis pemeriksaan dengan menggunakan asam asetat (cuka).
Menggunakan asam asetat cuka adalah yang relatif lebih mudah dan lebih murah dilakukan. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII).
10. Bagaimana mencegah kanker serviks?
Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara :
  • tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti
  • rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual
  • dan melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual
  • dan tentunya memelihara kesehatan tubuh
11. Seberapa penting memakai vaksinasi HPV?
Pada pertengahan tahun 2006 telah beredar vaksin pencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab kanker serviks. Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkap virus sebelum memasuki sel-sel serviks.
Selain membentengi dari penyakit kanker serviks, vaksin ini juga bekerja ganda melindungi perempuan dari ancaman HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin. Yang perlu ditekankan adalah, vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada perempuan berusia 9 sampai 26 tahun yang belum aktif secara seksual.
Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu. Dengan vaksinasi, risiko terkena kanker serviks bisa menurun hingga 75%. Ada kabar gembira, mulai tahun ini harga vaksin yang semula Rp 1.300.000,- sekali suntik menjadi Rp 700.000,- sekali suntik.
12. Adakah efek samping dari vaksinasi ini?
Vaksin ini telah diujikan pada ribuan perempuan di seluruh dunia. Hasilnya tidak menunjukkan adanya efek samping yang berbahaya. Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah demam dan kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan.
Efek samping yang sering ditemui lainnya adalah berdarah dan gatal di tempat suntikan. Vaksin ini sendiri tidak dianjurkan untuk perempuan hamil. Namun, ibu menyusui boleh menerima vaksin ini.
13. Bisakah kanker serviks disembuhkan?
Berhubung tidak mengeluhkan gejala apa pun, penderita kanker serviks biasanya datang ke rumah sakit ketika penyakitnya sudah mencapai stadium 3. Masalahnya, kanker serviks yang sudah mencapai stadium 2 sampai stadium 4 telah mengakibatkan kerusakan pada organ-organ tubuh, seperti kandung kemih, ginjal, dan lainnya.
Karenanya, operasi pengangkatan rahim saja tidak cukup membuat penderita sembuh seperti sedia kala. Selain operasi, penderita masih harus mendapatkan erapi tambahan, seperti radiasi dan kemoterapi. Langkah tersebut sekalipun tidak dapat menjamin 100% penderita mengalami kesembuhan.
Pilih mana? mencegah dengan vaksinasi atau anda memilih pengangkatan rahim, radiasi dan kemoteraphy yang masih juga belum ada jaminan sembuh? Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?
<<Sumber utama : http://female.kompas.com>>
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lala blogs - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger